Mengenal Prasasti Bersejarah yang Ada di Tanah Air

Berbicara mengenai sejarah tidak akan pernah ada habisnya. Banyak hal menarik yang akan kita temukan ketika belajar sejarah. Dari pelajaran ini, kita dapat mengenal asal usul suatu benda, tempat, orang penting hingga peristiwa besar yang tidak dapat kita saksikan secara langsung. Peristiwa besar yang terjadi di masa lampau meninggalkan sebuah bukti yang dikenal dengan prasasti. Benda bersejarah ini muncul ketika tanah air dipimpin oleh seorang raja. Kala itu, ada banyak kerajaan yang memimpin suatu daerah. Seorang raja akan memimpin kerajaannya dan berupaya untuk memperluas daerah kekuasaannya.

Pengertian Prasasti

Mengenal Prasasti Bersejarah yang Ada di Tanah Air

Prasasti merupakan dokumen atau piagam yang ditulis di atas benda berbahan keras. Benda yang digunakan sebagai lantasan tulisan tidak akan mudah rusak dan tahan lama. Penemuan benda yang bernilai sejarah ini menunjukkan bahwa jaman prasejarah telah berakhir. Pada jaman itu, masyarakat Indonesia belum mengenal tulisan. Menuju jaman sejarah, masyarakat telah mengenal tulisan yang berbeda dengan tulisan pada jaman sekarang ini. Ilmu yang mempelajari tulisan di dokumen sejarah ini disebut dengan Epigrafi.

Banyaknya sumber sejarah kuno yang ada di Indonesia, seperti berita asing dan naskah, benda sejarah yang berasal dari jaman kuno merupakan sumber informasi lengkap yang dapat menjelaskan kepada kita mengenai peristiwa penting secara kronologis. Dari benda ini pula, dunia penelitian dapat memperoleh keuntungan akan peristiwa di masa lampau. Tidak hanya mengandung unsur penanggalan, benda yang penting ini juga berisikan informasi akan alasan munculnya benda sejarah dan nama pembuat dari benda yang bersejarah ini.

Jika dikaitkan dengan dunia modern, dokumen sejarah yang berasal dari masa lampau ini diartikan sebagai tuisan yang terdapat di sebuah batu nisan atau gedung. Pada sebuah pemberitahuan di media massa misalnya, banyak kejadian dimana presiden, menteri dan kepala daerah meresmikan sebuah gedung. Dalam peresmian tersebut, mereka akan melakukan perayaan dengan cara menggunting pita atau penandatanganan di atas batu secara khusus.

Arti dari salah satu bentuk peninggalan sejarah ini adalah pujian. Berbeda dengan pemahaman arkeolog, orang awan lebih mengenal benda sejarah ini dengan sebutan batu bertulis. Meskipun memiliki arti pujian, tidak semua benda merupakan sebuah pujian yang diberikan kepada raja. Batu bertulis ini dapat berisikan sebuah keputusan akan pembentukan desa atau perdikan. Desa ini merupakan sebuah pemberian dari raja kepada orang-orang yang dinilai berjasa. Desa pemberian tersebut akan terus dilindungi oleh kerajaan.

Bentuk lain dari peninggalan sejarah ini adalah keputusan peradilan pada sebuah kasus perdata dan sumpah. Peninggalan yang berisikan keputusan peradilan antara lain Jayapatra, Jayacikna dan Suddhapatra. Peninggalan yang berisikan sumpah banyak berasal dari kerajaan Sriwijaya. Kita juga dapat menemukan benda bersejarah yang berisikan akan asal muasal seorang raja dan penjelasan mengenai karakternya.

Prasasti Sejarah di Tanah Air

Prasasti Bersejarah

Hingga kini, benda sejarah tertulis berasal dari abad kelima Masehi, yakni prasasti Yupa. Peninggalan yang berasal dari kerajaan Kutai ini berisikan informasi akan silsilah kerajaan di masa pemerintahan rasa Mulawarman. Tulisan yang digunakan di atas benda sejarah ini menggunakan bahasa Sansekerta dan Palawa. Peninggalan sejarah berupa batu tertulis banyak ditemukan pada abad kedelapan hingga abad ke-14. Bahasa yang digunakan antara lain Palawa, Sansekerta, Bali Kuno, Melayu Kuno dan Sunda Kuno. Kita juga dapat menemukan variasi bahasa pada satu buah peninggalan. Variasi bahasa yang umum digunakan adalah Jawa Kuno, Sansekerta, Bali Kuno dan Sunda Kuno.

Kerajaan-kerajaan Islam menggunakan bahasa Arab sebagai tulisan utama yang tertuang pada benda tertulis bersejarah. Tulisan ini banyak ditemukan di atas piring, hiasan dinding, makam, mata uang, cap kerajaan, senjata dan masjid. Bahasa latin mulai digunakan ketika masa kolonial datang ke tanah air. Bahasa latin sendiri dapat ditemukan pada kediaman resmi milik pejabat kolonial, mata uang, meriam, makam, perangko dan benteng. Tidak hanya bahasa latin, bahasa Cina juga dapat ditemukan pada benda-benda peninggalan masa lalu. Batu makam, gong perunggu, benda porselin dan uang menjadi benda yang dilengkapi dengan bahasa Cina.

Banyak benda tertulis bersejarah yang dapat kita temukan. Benda-benda bersejarah tersebut hampir tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Berikut ini beberapa benda peninggalan bersejarah yang tertulis di atas batu dan masih dapat disaksikan hingga kini:

  1. Bahasa Sansekerta: Prasasti Mulawarman, Kebon Kopi, Tugu, Cidanghiyang, Ciaruteun, Jambu, Tukmas, Pasir Awi, Tri Tepusan dan Mula Malurung.
  2. Bahasa Jawa: Plumpungan, Kayumwungan, Siwagrha, Taji, Rukam, Mantyasih, Sarwadharma, Singhasari, Ngadoman dan Sapi Kerep.
  3. Bahasa Bali: Blanjong, Bebetin dan Pandak Badung.
  4. Bahasa Sunda: Astana Gede, Batu Tulis, Galuh, Cikajang, Hulu Dayeuh, Rumatak, Kebanten, Ulubelu dan Cikapundung.
  5. Bahasa Portugis: Padrao Sunda Kelapa.